smk

SMK – Sebuah kabar mengejutkan menjelang diberlakukannya kembali belajar dengan sistem tatap muka. Hal itupun membuat banyak pihak menjadi khawatir bila kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan untuk tahun 2021 itu benar dilaksanakan.

Bagaimana tidak, belum juga dimulai pembelajaran tatap muka ternyata virus corona telah menjangkit ratusan siswa di satu sekolah. Uji coba pelaksanaan Pmebelajaran tatap muka di sebuah SMK di Jawa Tengah telah memakan korban dengan terjangkit virus corona pada ratusan siswanya.

Ratusan Siswa SMK di Jawa Tengah Terinfeksi Corona

Apa yang terjadi tersebut menimpa sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah belum lama ini.

Setidaknya ada 179 siswa kini dinyatakan positif virus corona (covid-19).

Awalnya diketahui hanya sekitar delapan siswa SMK yang mengalami tidak enak badan.

Kedelapan siswa tersebut mengalami gejala batuk, demam disertai anosmia atau kehilangan indera penciuman.

Banyak pihak pun kini menjadi cemas dengan apa yang terjadi di salah satu sekolah tersebut.

Melansir dari Kompas.com, Ketua DPRD Jateng, Bambang Kisriyanto mengungkapkan kronologi awal terjangkitnya lebih dari 100 siswa tersebut.

Kronologis Kejadian

Menurut penuturannya, pada awalnya terdapat sebuah sekolah SMK Negeri di Jawa Tengah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

Sekolah itu diketahui sebagai salah satu sekolah asrama.

Namun sesaat setelah melakukan uji coba, tiba-tiba ada delapan anak yang mengalami gejala yang mengarah ke covid-19.

Setidaknya ada delapan siswa yang mengalami gejala seperti batuk demam serta kehilangan indra penciumannya.

Hal itupun membuat cemas pihak sekolah hingga akhirnya dilakukan tes pada 27 siswa.

Hasilnya pun mengejutkan, kedelapan-delapannya dinyatakan positif covid-19.

Dilakukan Tracing Dinas Kesehatan

Setelah hasil tes diketahui, Dinas Kesehatan Jateng melakukan tracing di sekolah tersebut.

Mereka mengetes 196 siswa di sekolah itu. Hasilnya mengejutkan, sebab 152 orang siswa juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hasilnya hari ini tambah 152 siswa yang positif Covid-19. Sehingga, total yang positif 179 orang. Yang sudah dinyatakan sembuh 5 orang, tinggal 174 siswa yang masih menjalani perawatan,” ucap dia.

Bambang menjelaskan, sekolah tersebut menjadi sebuah klaster setelah ditemukan ratusan siswa SMK positif Covid-19.

uji coba pembelajaran tatap muka akhirnya ditunda sampai tertangani dengan baik.

“Iya saya sudah mendapat laporan kalau SMK Negeri ( Jateng) jadi klaster penyebaran Covid-19 karena banyak siswanya positif. Saya minta ditangani dengan baik sampai hasilnya negatif,” kata dia.

Tunda Tatap Muka Siswa Di Sekolah

Mengutip dari TribunJateng.com, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun langsung mengambil sikap sesaat setelah mendengar kabar siswa SMK positif covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berencana untuk menunda rencana sekolah tatap muka setelah munculnya ratusan siswa terinfeksi Covid-19.

Tak hanya itu, ada pula empat guru SMP di Kabupaten Kudus yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Kemungkinan besar (PTM Januari 2021) belum karena kalau kita melihat pertumbuhan di seluruh dunia seperti ini apalagi yang di Jawa aja tumbuhnya kaya gini lebih baik kita hati-hati,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Sekolah-sekolah lain yang sedang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka kini diawasi secara ketat.

Kemudian, uji coba pembelajaran tatap muka di Jateng juga ditutup selama dua hari ini.

“Begitu ada (yang terpapar) itu saya minta langsung tutup dan tidak ada lagi yang lain. Memang anak-anak ini OTG semua tetapi kita tidak berani untuk kemudian kita meneruskan kalau nanti tidak ada evaluasinya,” katanya.

“Statement saya tidak akan berubah, semua akan bergantung pada kondisi. Bayangkan yang sudah kita siapkan saja, mereka berasrama, mereka tidak keluar, itu saja bisa tertular, (penularan) itu ternyata dari orang yang keluar-masuk. Maka kita memang hati-hati betul dan ke Januari itu buat saya harus hati-hati. Termasuk yang di Jepara beberapa waktu lalu. Tutup, jangan lama-lama,” Ganjar menjelaskan.