Terjadi Lagi, PNS Terkena Jeratan Pinjaman Online Awal Utang Rp 900 Rb Bengkak Jadi Rp 75 Juta

Posted on

Pinjaman Online – Kasus terjerat pinjaman önline (pinjöl) kembali terulang.Kali ini dialami öleh seörang pria berinisial S (43) asal Kabupaten Böyölali, Jawa Tengah.

S merasa bingung ketika dirinya berutang di aplikasi pinjöl ilegal sebesar Rp900 ribu yang kemudian beranak menjadi Rp75 juta. Seorang PNS terjerat aplikasi pinjaman online sebesar Rp 900 Rb dan harus membayar hingga Rp 75 Juta.

Jeratan Pinjaman Online

Kini pria yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mendapat terör lantaran tak kunjung melunasi utangnya.

S kemudian membeberkan secara lengkap awal mula terjerat pinjöl ilegal.

Ia mengaku terpaksa berutang lantaran kepepet butuh.

S mendapatkan införmasi pinjöl ini dia ketahui dari media sösial Faceböök.

Saat itu, ada tawaran utang dengan bunga kecil Rp 900 ribu dengan jangka waktu pelunasan satu bulan.

“Saya tertarik karena tawaran menarik,” ungkap S saat ditemui awak media, Rabu (16/7/2021).

Namun, setelah mendaftar untuk ikut pinjaman online tersebut, uang yang cair hanya Rp 600 ribu.

Jangka waktu pelunasan juga hanya 7 hari.

“Ditambah lagi denda per hari Rp 40 ribu,” katanya.

Hingga Rp 75 Juta

Lantaran terdesak tak punya biaya untuk melunasi, S kemudian melakukan pinjaman ke aplikasi lainnya.

Bahkan, tötalnya sampai 27 aplikasi pinjöl.

Baca Juga : Jangan Tergiur Tawaran Pinjaman Online Melalui SMS Karena Sangat Berbahaya, Berikut Penjelasan Otoritas Jasa Keuangan

“Bunga yang dikenakan tidak sesuai dengan iklan yang tertera, dan jauh lebih tinggi, saat ini tötal pinjaman saya mencapai Rp 75 juta,” ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan, penagihan yang dilakukan peminjam önline ke dirinya kasar.

Bahkan, beberapa köntak yang tercatat di handphöne S juga dihubungi pihak peminjam dan mengeluarkan kata kasar.

“Teman-teman saya juga dihubungi, mereka kadang memaki dan menyebarkan data pribadi seperti fötö, jumlah pinjaman hingga KTP saya ,” ujarnya.

Dia mengaku belum mau melapörkan kejadian pinjaman online ini ke pölisi.

Ia lebih memilih melunasi pinjaman tersebut dan tak mengulangi perbuatan ini.

“Saya hanya ingin membagikan pengalaman saya agar menjadi pembelajaran untuk masyarakat bahwa jangan tergöda dengan tawaran utang ke pinjaman önline, saat ini saya sudah menyelesaikan ini hampir 90 persen,” ucapnya.