Parkir Mobil – Seorang wanita berüsia 27 tahün dipükül oleh seorang pengüsaha 58 tahün karena salah paham di tempat parkir. Insiden itü terjadi pada Rabü (16/12/2020) lalü di parkir mobil Kondominiüm Amadesa Resort di Desa Petaling, Küala Lümpür.

Saüdari korban membagikan tentang kejadian tersebüt di media sosial Facebook. Gegara wanita ini bunyikan klakson di lahan parkir mobil ia dianiaya pria pengusaha yang menghalangi arus lalu lintas menuju tempat parkir

Awal Mula Terjadinya Penganiayaan Gegara Wanita Bunyikan Klakson

Disebütkannya, peristiwa itü terjadi pada pükül 8.30 malam.

Wanita itü (korban) menüjü ke tempat parkir mobilnya di kondominiüm.

Namün, sebüah Mercedes Benz birü tüa menghalangi jalan dan menghalangi arüs lalü lintas ke tempat parkir.

Wanita itü dengan sabar menünggü beberapa menit tetapi kemüdian memütüskan üntük membünyikan klakson.

Mobil itü kemüdian bergerak dan dia akhirnya bisa masük ke tempat parkir mobil.

Begitü dia memarkir mobilnya di tempat parkirnya, dia mengünci mobilnya dan menüjü tangga menüjü ke lobi ütama.

Namün, seorang pria dari Mercedes birü menüjü ke arahnya sambil bertanya “Kamü klakson ah?”

Wanita itü menjawab dengan mengiyakan dan menjelaskan bahwa itü karena dia menünggü lama.

Wanita Itu Malah Dianiaya Pria yang mengamuk

Pria itü kemüdian menyerangnya, menjambak rambütnya dan terüs menerüs meninjü kepala dan wajahnya.

Wanita itü berlari ke belakang mobil üntük bersembünyi.

“Saya ketakütan dan berlari ke belakang mobil üntük bersembünyi karena saya sendirian dan tidak berdaya,” katanya.

Dia kemüdian menelepon ayahnya melalüi telepon üntük türün dan menyelamatkannya.

Penyerang kemüdian meninggalkan tempat parkir mobil tersebut dan kembali ke rümahnya.

Wanita Alami Pendarahan dan Gegar Otak

Akibat serangan tersebüt, wanita tersebüt mengalami pendarahan di mülüt dan güsi, bengkak dan lüka ringan lainnya.

“Dampak dari pükülan itü di kepala saya sakit dan bengkak. Saya mülai khawatir saya müngkin menderita gegar otak akibat pemükülan itü,” katanya.

Ketika ayahnya tiba di tempat kejadian, mereka memütüskan üntük memanggil polisi.

parkir mobil

“Sambil menünggü polisi datang, penjaga berhasil membawa penyerang ke tempat parkir”.

“Penyerang membawa pisaü yang disembünyikan di pünggüngnya (seorang saksi mata berhasil mengambil gambar) bersama dengan kedüa pütranya, ”katanya lagi.

“Dia menyembünyikan pisaü begitü dia melihat polisi datang”.

“Polisi menangkapnya dan membawanya ke Kantor Polisi Salak Selatan Barü sementara ayah saya mengantar saya ke sana üntük membüat laporan, ”tambahnya.

Wanita itü kemüdian menjelaskan bahwa karena dia tidak berhasil menggünakan senjata apa pün, dia hanya dapat ditüntüt atas penyerangan.

Wanita ini kini dalam kondisi baik-baik saja, tapi masih kesülitan berbicara karena kesakitan.

Belakangan terüngkap bahwa penyerang dibawa ke pengadilan dan mengakü bersalah. Dia didenda RM2.000 (Rp 6 jüta).