menyusui

Menyusui – Seorang bayi perempuan berusia tiga bulan dinyatakan meninggal dunia setelah tidak sadarkan diri pasca diberi ASI oleh ibunya.Ibu yang panik itu kemudian memanggil petugas layanan kesehatan darurat agar memeriksa kondisi anaknya.

Petugas medis yang tiba di rumahnya, Louisiana, New Orleans, AS, menyatakan bahwa bayi malang tersebut telah meninggal dunia. Bayi perempuan yang malang berusia 3 bulan tersebut diduga tewas sebab kelalaian ibu menyusui setelah mengunakan narkoba jenis sabu dan ganja

Namun petugas medis belum mengetahui penyebab kematian bayi perempuan tiga bulan itu.

Terungkap Penyebab Kematian Bayi Perempuan

Namun, sebuah laporan taksikolohi yang dirilis pada Jumat (11/12/2020) mengungkap penyebab kematian bayi tersebut.

“Seorang bayi perempuan meninggal dunia setelah dia diberi ASI oleh ibunya yang menggunakan narkoba,” kata polisi, seperti dilansir Serambinews.com dari Mirror, Selasa (15/12/2020)

Ibu bayi yang bernama Autumn Blansett, telah ditangkap pada hari Jumat (11/12/2020) sesaat laporan itu dikeluarkan.

Laporan toksikologi yang dirilis pada 11 Desember 2020 itu menunjukkan bahwa bayi tersebut meninggal karena dosis metamfetamin yang mematikan dalam tubuhnya.

Penyelidik kasus pembunuhan mengambil alih kasus ini setelah mengintrogasi wanita 31 tahun itu.

Polisi Temukan Sang Ibu Gunakan Narkoba saat Menyusui Bayi

Blansett mengakui bahwa dia telah menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja sebelum menyusui anaknya.

Polisi dilaporkan telah menemukan kedua barang haram tersebut selama penggeledahan di rumah Blansett.

Wanita itu diperkirakan akan menghadapi persidangan dengan tuduhan pembunuhan anaknya.

Laporan WWL-TV menyebut, pihak berwenang belum merilis nama bayi malang tersebut.

Menurut WNDu-TV, tahun ini bukan pertama kalinya seorang bayi di AS meninggal setelah meminum ASI yang mengandung obat.

Pada Januari 2020, seorang ibu bernama Ashlee Rochelle Rans (36), ditangkap setelah kematian bayi laki-lakinya yang berusia dua bulan.

Awalnya, ia mengklaim bahwa dirinya telah memukul putranya.

Tetapi laporan toksikologi menemukan adanya kandungan metamfetamin dalam tubuh bayi tersebut.

“Kepolisian Indiana, AS mengatakan Rans telah menyusui putranya setelah menggunakan narkoba jenis sabu,” laporan stasiun TV itu.

Kasus Lain, Ibu Ketiduran Hingga Bayi Meninggal

Kisah ini terjadi pada tahun 2018, dimana seorang ibu ketiduran saat memberi ASI kepada anaknya, yang berujung pada meninggalnya si anak.

TribunStyle.com mewartakan, seorang wanita yang sedang breast feeding bayinya menemukan sang bayi sudah tidak bernyawa.

Ibu asal Singapura, yang menjalani operasi caesar pada (17/8/2018), mengatakan kepada perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (KKH) bahwa ia ingat cara breast feeding karena sudah pernah breast feeding anak pertama.

Sang ibu mengatakan dia belajar dua metode menyusui di KKH setelah melahirkan untuk pertama kalinya.

Caranya dengan menyelipkan bayi di bawah lengannya seperti sepak bola, dan berbaring di kasur berdampingan dengan bayi itu.

Perawat telah mengamati cara menyusui dan memutuskan bahwa ia melakukan pekerjaan dengan baik.

Tetapi sering kali, mereka harus mengambil bayi dari wanita itu karena dia akan tertidur dengan bayi di lengannya saat menyusui.

Setelah pulang ke rumah, sang ibu rata-rata akan menyusui bayinya sekitar enam hingga tujuh kali sehari.

Cara Menyusui Dengan Tidur Miring Berbahaya Untuk Bayi

Pada (1/9/2018), ketika bayinya baru berumur 15 hari, wanita itu harus bangun di tengah malam untuk menyusui bayinya.

Dia menggunakan metode berbaring miring, yang merupakan kali pertama dia melakukannya saat makan malam.

Dia meletakkannya di tempat tidur di sebelah kirinya dan menyusuinya dengan menggunakan payudara kirinya.

Sementara lengan kirinya terbentang di atas kepalanya di bawah bantal.

Dia kemudian tertidur sekitar satu jam dan terbangun ketika suaminya bangun.

Dia menggerakkan tangan kirinya untuk mengangkat putranya, tetapi menyadari ada muntahan dan noda darah di kain bayi yang dibedong.

Wajah bayi itu menjadi pucat dan muntahan tersebut ditemukan di pipinya serta noda darah di lubang hidung kanannya.

Dia segera memanggil ambulans dan membawa bayi itu ke Sengkang General Hospital Singapore, di mana bayi tersebut dinyatakan meninggal pada pukul 5 pagi.

Ini terjadi setelah upaya resusitasi yang gagal pada bayi, yang telah berada dalam kondisi kritis dan tidak bernapas.

Seorang konsultan ahli patologi forensik dengan Otoritas Ilmu Kesehatan mengatakan bahwa ada kemungkinan bayi tersebut mati lemas ketika ibunya tertidur saat menyusui.

Namun, dia tidak dapat membuktikannya karena sesak napas, “mungkin tidak berhubungan dengan temuan fisik.”

“Seorang bayi bisa mati lemas ketika hidung dan mulutnya terhalang oleh bantal, bahan tempat tidur atau orang lain,” katanya.

Metode Berbaring Samping Saat Menyusui Akan Keluarkan Hormon Relaksasi, Oksitosin yang Berbahaya Untuk Bayi

Sementara itu, manajer perawat senior di KKH, Ms Teo, mengatakan bahwa dia tidak menyarankan ibu untuk menyusui dengan menggunakan metode berbaring samping.

Hal itu dikarenakan hormon relaksasi, oksitosin, dilepaskan selama menyusui.

“Karena beberapa ibu yang pulih dari luka operasi mungkin merasa metode ini lebih nyaman, penting bagi orang lain untuk berada di sana untuk mengembalikan bayi ke dalam ranjang jika ibunya tertidur,” katanya.

Bila seorang ibu menyusui atau bila mengenal seseorang yang menyusui bayinya, ingatlah untuk tidak menggunakan metode berbaring miring tanpa seseorang di sana untuk mengawasi.